SISIK NAGA DI JARI GUS USUP
Cerpen yang berjudul sisik naga dijari manis Gus usup karya M. Shoim Anwar, mencerita kan tentan suatu tokoh yang mendapat panggilan 'gus'. Panggilan tersebut dilontarkan karena seorang tersebut merupakan keturunan dari orang pondok. Iya, Gus Usup lebih tepatnya, seorang yang rendah hati, baik hati, tidak sombong, dan tidak membedakan manapun. Gus Usup orang terpandang, sekalipun ia melakukan kesalahan akan dianggap hal yang wajar. Masyarakat setempat tidak pernah memberi arahan aibnya ataupun keburukan Gus usup.
Jika dibilang sudah berumur, memang Gus Usup sudah waktunya menikah, bahkan Gus mat sudah memunyai tiga orang anak. Iya, Gus mat adalah teman sepermainan Gus Usup.
Gus Usup masih belum memunyai niatan untuk menikah, bahkan jika disuruh memilih bidadari tercantik dengan mudah saja dia bisa menunjuk, karena Gus Usup yang terkenal tampan, baik, serta sopan menjadi idaman para wanita. Namun, karena Gus Usup merupakan keturunan dari pondok, maka yg menjadi istrinya kelakpun harus keturunan pondok juga, atau dari pondok lain yang tak heran bisa dibilang masih kerabat sendiri.
Gus Usup suatu hari mendapatkan batu besar yang dibuatnya sebagai akik dijari manisnya. Permainan Remi adalah permainan yang kerap dilakukan oleh Gus Usup dan teman-temannya. Konon teman-teman Gus Usup memercayai bahwa akik yang dipakai Gus Usup tersebut membawa keberuntungan, karena setiap bermain Gus Usup selalu menang melawan teman-temannya. Tak heran jika semua temannya takut ketika Gus Usup ikut bermain.
Setelah beberapa kali memenangkan permainan, Gus Usup pamit pergi ke kamar mandi karena sejak permainan dimulai, Gus Usup terlihat sering memegangi perutnya. Meskipun begitu Gus Usup tetap meminta teman-temannya untuk melanjutkan permainan tersebut, tak lama kemudian gus usup kembali dan melemparkan jaket hijau tentara yang baunya apek karena belum pernah dicuxi ke arah Gus mat Utuk dititipkan, namun Gus Usup meminta izin pulang karena perutnya yang terasa tidak enak.
Teman-teman Gus Usup pun melanjutkan permainan hingga waktu Shubuh tiba, hingga dipenghujung permainan, Gus mat merasa kedinginan karena angin yang berhembus, akhirnya Gus mat memakai jaket Gus Usup yang dititipkan tadi, sebelum permainan berakhir, semua orang bersepakat untuk menaruh uang koin sebanyak mungkin, semuanya tampak was was dan ingin memenangkan permainan ini. Bagaimana tidak, uang koin yang terbilang sangat banyak sudah ada didepan mata. Setelah mendapat kartu Remi, masing-masing membuka dan merasa cemas siapakah yang akan jadi pemenang. Setelah semuaa dibuka, ternyata yang memenangkan permainan tersebut yaitu Gus mat. Gus mata sangat bahagia, rasa cemas dan takut seketika hilang. Segeralah ia pulang dan menyimpan uangnya, namun ternyata Gus mat membawa sisa uang Gus Usup tadi yang ditinggalnya. Setelah merogoh saku kanan kiri, Gus mata menemukan sisik naga (akik) disaku sbeelah kiri. Ia teringat bahwa sisik tersebutlah yang membuat Gus usup memenangkan permainan, jadi gusmat tercengang, bahwa ia memenangkan permainan bukan karena hasilnya sendiri, melainkan karena akik sisi naga Gus Usup.
Komentar
Posting Komentar