Cerpen Di Jalan Jabal Al-Kaabah Karya M. Shoim Anwar

 Cerpen Di Jalan Jabal Al-Kaabah

Karya M. SHOIM ANWAR


Cerpen Di Jalan Jabal Al-Kaabah merupakan salah satu karya sastra yang dibuat oleh M. Shoim Anwar. Namun, tidak hanya itu saja, karya Shoim Anwar banyak sekali yang sudah terkenal baik cerpen, puisi, dll. 

Cerpen Di Jalan Jabal Al-Kaabah menceritakan sepasang suami istri yang taat kepada Allah SWT, mereka tidak pernah ketinggalan dalam bersedekah. 

Pak Amali dan ibu tilah merupakan sepasang suami istri yang menjadi lurah didesanya. Namun, ada hal lain yang membuat desanya disebut sebagai desa yang kurang baik yaitu desa pengemis. Desa tersebut mayoritas penduduknya menjadi pengemis, bahkan sampai keturunan pun akan menjadi pengemis. Hal tersebut yang membuat pak Amali dan timah juga disebut sebagai lurah pengemis. 

Mereka (penduduk) tidak mau mengubah nasibnya karna bergantung dengan kalimat "rezeki ditangan Allah". Memang benar rezeki itu ditangan Allah, namun kita sebagai umatnya juga harus berusaha agar mendapat rezeki yang halal. Kita dilarang menjadi pengemis apabila kita masih memunyai tenaga untuk bekerja dan berusaha semaksimal mungkin. Rezeki ditangan Allah namun kita bisa mengubahnya dengan cara berusaha dan berdoa agar diberi rezeki yang halal dan barokah. Namun pak Amali sedang memergoki anak-anak yang menjadi pengemis pada saat ditanah suci. Dia curiga bahwa sebenarnya tangan anak-anak tersebut tidaklah patah, namun hanya dilengkuk saja didalam kaosnya, supaya tidak terlihat. Dengan begitu pak Amali sangatlah geram, karena ketika ditanya sucipun mereka masih melakukan perbuatan yang keji yaitu menipu semua orang untuk memeroleh uang. 

Jika dihubungkan dengan aktuali dalam kehidupan yang sekarang memang ada, yaitu seorang pengemis yang menyamar jadi orang miskin untuk memeroleh uang, padahal pengemis tersebut bisa dikatakan bahwa ekonominya sangat baik dan stabil. Hanya saja mereka malas untuk bekerja keras untuk mendapatkan uang. 

Perlu kita ingat bahwa:

1. tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah

2. jangan menghalalkan segala cara untuk memeroleh keuntungan 

3. rezeki memang sudah diatur oleh Allah, namun kita juga harus berusaha untuk bekerja dan berdoa supaya mendapatkan rezeki yang halal dan barokah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SULASTRI DAN EMPAT LAKI-LAKI

TAHI LALAT

SISIK NAGA DI JARI GUS USUP