Postingan

Simbol Dalam Lima Cerpen Karya Shoim Anwar Teori Jaqcue Derrida

Penulis cerpen sudah banyak dalam era sekarang, tapi kita tidak mungkin lupa dengan penulis cerpen yang satu ini yaitu Shoim Anwar. Benar, beliau merupakan cerpenis nasional yang bekerja sebagai dosen di salah satu Universitas di Surabaya. Dengan karya-karyanya mulai dari puisi, cerpen, dan masih banyak lagi. Kali ini kita akan membahas lima cerpen yang berjudul “Tahi Lalat”, “Sorot Mata Syaila”, “Sepatu Jinjit Aryanti”, “Bambi Dan Perempuan Berselendang Baby Blue”, “Jangan Ke Istana, Anakku” kelima judul cerpen tersebut akan kita bahas dengan menggunakan teori dari Jacques Derrida, menegaskan bahwa penanda dan petanda tidak tetap, menciptakan ekspresi yang berbeda, berkaitan dengan makna yang tak berujung, dan ketiadaan diluar pengartian manusia biasa. Dapat disimpulkan bahwa penanda dan petanda tidak tetap, dengan begitu akan mememunculkan presepsi baru dengan seiring berjalannya waktu. Dengan demikian, penanda dan petanda akan dibahas berdasarkan presepektif yang berlandaskan teor...

MAMA PAPA LARANG

Kalau sebelumnya kita membahas seputar tentang puisi dan cerpen, namun saat ini kita akan mengritik sebuah video yang dicover oleh kakak tingkat yang berjudul "MAMA PAPA LARANG" yang dipopulerkan oleh Artis Judika. Pasti sangat tidak asing lagi ditelinga kita akan sosok artis satu ini. Iya, judika merupakan sosok penyanyi yang memiliki suara menggelegar dengan ciri khasnya yaitu serak-serak basah menurut saya.  Baik, akan saya ceritakan bagaimana cerita video dari lagi MAMA PAPA LARANG yang dicover oleh kakak tingkat kami.  Video tersebut menceritakan tentang sepasang kekasih yang saling mencintai namun tidak mendapat restu dari orang tua siperempuan, setiap hari kemanapun mereka pergi selalu berdua, hingga sampai pada suatu saat siperempuan duduk berdua dengan ibunya, membawa hp yang diletakkan disebelahnya. Namun, siperempuan tersebut nampaknya sedang kebelakang dan pada saat itu pula dicowok menelepon dan diangkat oleh ibunya. Sang ibupun marah hingga suatu hari silelaki m...

MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA

Baik, saat ini kita akan membahas puisi yang berjudul MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA karya Taufik Ismail.  Berikut merupakan puisinya:  I Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga Ke Wisconsin aku dapat beasiswa Sembilan belas lima enam itulah tahunnya Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia  Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya, Whitefish Bay kampung asalnya Kagum dia pada revolusi Indonesia  Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya Dadaku busung jadi anak Indonesia Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy Dan mendapat Ph.D. dari Rice University Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army Dulu dadaku tegap bila aku berdiri Mengapa sering benar aku merunduk kini  II Langit langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak Hukum tak tegak, doyong berderak-derak Berjalan aku di Roxas Boulevar...

SETAN BANTENG

Kali ini kita akan membahas cerpen, setelah beberapa minggu lalu kita membahas puisi. Cerpen saat ini berjudul "Setan Benteng" karya Seno Gumira Ajidarma. Awalnya saya makna dari jud ini adalah setan yang berbentuk banteng. Namun setelah saya baca keseluruhan ternyata membahas tentang suatu permainan yang ghaib.  Nah, pada cerpen tersebut terdapat sekelompok anak laki-laki duduk dibangku SD (sekolah dasar). Anak-anak tersebut sedang melakukan suatu permainan yang dapat mengundang makhluk halus atau tak kasat mata untuk merasuki tubuhnya. Salah satu seorang pemimpin dari kelompok tersebut sudah kerasukan oleh setan benteng dan kemudian ada satu orang anak laki-laki yang tidak takut padanya. Lalu pada akhirnya anak yang menantang tersebut ternyata kesurupan setan benteng tadi, setan benteng yang awalnya berada ditubuh pemimpin kelompok, kini sudah berpindah ketubuh anak pemberani tersebut.  Setan ini tergolong setan yang jahat, siapapun akan diserang, tidak peduli kondisi sekit...

SAJAK PALSU

 Tidak beda jauh dari Minggu lalu yaiyu mengkritik puisi, jika diminggu kemarin kita membahas puisi wiji thukul, hari ini kita akan mengkritik puisi Agus R. Sarjono yang berjudul Sajak Palsu.  Dibawah ini merupakan puisi karya Agus R. Sarjono               SAJAK PALSU Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah dengan sapaan palsu. Lalu merekapun belajar sejarah palsu dari buku-buku palsu. Di  akhir sekolah mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka yang palsu. Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru untuk menyerahkan amplop berisi perhatian dan rasa hormat palsu. Sambil tersipu palsu dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya pak guru dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan nilai-nilai palsu yang baru. Masa sekolah demi masa sekolah berlalu, merekapun lahir sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu, ahli pertanian p...
 Wiji Thukul merupakan seorang penyair dan tokoh aktivis kebangsaan Indonesia. jika kita mencari digoogle siapa Wiji Thukul itu maka akan muncul bahwa ia adalah orang yang hilang pada tahun 1998. Nah, saat ini kita akan melakukan kritik puisi karya Wiji Thukul yang berjudul "Peringatan dan Dibawah Selimut Kedamaian"   dibawah ini merupakan puisi pertama yang berjudul "Peringatan" PERINGATAN Jika rakyat pergi Ketika penguasa pidato Kita harus hati-hati Barangkali mereka putus asa Kalau rakyat bersembunyi Dan berbisik-bisik Ketika membicarakan masalahnya sendiri Penguasa harus waspada dan belajar mendengar Bila rakyat berani mengeluh Itu artinya sudah gasat Dan bila omongan penguasa Tidak boleh dibantah Kebenaran pasti terancam Apabila usul ditolak tanpa ditimbang Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan Dituduh subversif dan mengganggu keamanan Maka hanya ada satu kata: lawan! untuk puisi pertama yang berjudul peringatan menceritakan tentang ketika masyarakat sud...

IDUL FITRI

 Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Islam di seluruh dunia. Hari kemenangan setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa. Maka dari itu sekarang kita akan menyelami puisi yang berjudul "Idul Fitri" karya Sutardji Calzoum Bachri.  Setelah penuh membaca puisi tersebut, kita akan memahami bahwa momen idul Fitri merupakan moment yang dilakukan seluruh umat didunia untuk menyucikan diri atau kembali fitrah. Hal tersebut dapat kita lihat dari bait pertama dalam puisi idul Fitri yaitu: Lihatlah Pedang tobat ini menebas-nebas hati Dari masa lampau yang lalai dan sia Telah kulaksanakan puasa ramadhanku, Telah kutegakkan sholat malam Telah kuuntaikan wirid tiap malam dan siang Telah kuhamparkan sajadah Yang tak hanya nuju ka’bah Tapi ikhlas mencapai hati dan darah Dan di malam-malam Lailatul Qodar akupun menunggu Namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya  Pada bait pertama menjelaskan tentang hamba yang memunyai banyak dosa dimasa lalu, dan akan menebus atau me...